Karna Aku Kau Tersiksa

Entah mau menulis apa, bingung untuk memikirkannya, ingin sekali membunuh pikiran-pikiran yang selalu merusak hatiku ini.

Aku hanya ingin bercerita sedikit, dan hanya sedikit tentang hati ini. Tapi apakah aku pantas untuk meluapkannya semua?, pantaskah?.

Pikiran selalu merusak semuanya, hanya pikiranku yang merusak semuanya. Kapan dan kapan pikiran seperti ini bisa aku bunuh dalam diriku Tuhan...?.

Cinta, sayang dan bahagia semua aku dapatkan dari dia, hanya dia yang bisa memberikan semua itu untukku, hanya dia seorang yang bisa. Cintaku dan sayangku padanya melebihi rasa sayang dan cinta pada diriku sendiri. Tapi..., siapa yang bisa tahu dan mengerti akan sayang dan cintaku ini padanya...?.

Egois dan hanya egois itulah diriku ini...

Tuhan..., akupun tidak mau punya hati dan pikiran seperti ini, lelah..., sangat lelah aku melawan diriku sendiri, sejak lama aku mencoba untuk melawannya, tapi sampai sekarang, sedikit pun aku tidak bisa melawannya.

Siksa dan tersiksa, itu yang selalu dia rasakan dalam hidupnya, semua hanya karna aku, hatiku dan pikiranku.

Rasa cemburu selalu ada dalam benakku, rasa curiga selalu ada dalam pikirannku, hatiku ingin selalu membunuh rasa ini, tapi aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi melawannya. Aku hanya takut kehilangan dirinya, hanya karna takut aku siksa dirinya, semuanya, siksanya, itu karna aku.

Sampai kapan aku harus seperti ini?. Kenapa aku begitu takut kehilangan dia?. Cinta dan sayangnya sudah kudapatkan dan kurasakan, tapi siksa cemburu dan curigaku padannya selalu menyiksa dirinya, kapan rasa ini akan berakhir?, sampai kapan lagi dia harus merasakan siksaku ini?.



Tangisan dan tangisan selalu aku dengar dari mulutnya
Tetesan air matanya selalu jatuh hanya untukku

Kapan tangisan bahagia ia dapatkan dariku...?
Kapan tetesan air mata bahagia datang dariku...?

Hanya karna aku
Hanya karna aku
Dan semuanya hanya karna aku ia tersiksa

Kapan kau bisa rasakan bahagia?
Kapan kau bisa rasakan tenang?
Kapan semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan tanpa harus tersiksa?


Ingin kupeluk erat dirimu saat kau menangis dan membisikan sebuah kalimat ;

" Bantulah aku, hanya kau yang bisa merubah diriku "





From : Your Husben


Read More...

Tempat Yang Tidak Tergantikan

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering saya bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah?.

Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang saya rasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, saya harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi saya menggoreng telur untuk dia makan.

Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian saya bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang saya jalani, membuat energi saya benar-benar terkuras.

Suatu hari ketika saya pulang kerja saya merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas saya memeluk dan mencium anak saya, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam.

Namun, ketika saya merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat!. Saya membuka selimut dan..., disanalah sumber 'masalah'nya…, sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan diseprai dan selimut!.

Oh...Tuhan!, saya begitu marah, saya mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan!.

Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat :

"Yah…, tadi saya merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi saya ingin memasak mie instan. Saya ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka saya menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie.

Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena saya takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi saya menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi saya lupa untuk mengingatkan ayah karena saya sedang bermain dengan mainan saya ...

Saya minta maaf Yah ...


Seketika, air mata mulai mengalir di pipi saya, tetapi saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis, maka saya berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya.

Setelah beberapa lama, saya menghampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu saya membujuknya untuk tidur.

Kemudian saya membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, saya melewati kamar anak saya, dan melihat anak saya masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto Ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya.

Tanpa terasa, anak saya sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun... belum lama, saya sudah memukul anak saya lagi, saya benar-benar menyesal....

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggil saya dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Saya pulang kerumah lebih awal dari kantor, saya berharap dia bisa menjelaskan.

Tapi ia tidak ada dirumah, saya pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Saya marah membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, "Saya minta maaf Yah".

Selang beberapa lama saya selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yang diundang adalah siswa dengan ibunya.

Dan itulah alasan ketidak hadirannya karena ia tidak punya ibu.....

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anak saya pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis.

Sejak saat itu, anak saya lebih banyak mengurung diri dikamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga.

Tentu saja dia membuat saya bangga juga!.


Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan Tahun Baru telah tiba.

Semangat Tahun Baru ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang...

Suara terompet dan bunyi kembang api yg menyala di angkasa terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi astaga, anak saya membuat masalah lagi..

Ketika saya sedang menyelesaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat.

Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan.

Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Yah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang.

Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini?

Apa yang ada dikepalanya?


Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk Ibu.....".

Tiba-tiba mataku berkaca-kaca…, tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya:

"Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"

Jawaban anakku itu : "Saya telah menulis surat buat Ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali saya mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagi saya, sehingga saya tidak dapat memposkan surat-surat itu.

Tapi baru-baru ini, ketika saya kembali ke kotak pos, saya bisa mencapai kotak itu dan saya mengirimkannya sekaligus".

Setelah mendengar penjelasannya ini, saya kehilangan kata-kata, saya bingung, tidak tahu apa yang harus saya lakukan, dan apa yang harus saya katakan ....

Saya bilang pada anak saya, "Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat itu akan sampai kepada ibumu.

Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak.

Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Ibu sayang'

Saya sangat merindukanmu!, Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.

Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga.

Saya tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena saya takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, saya duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko.

Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukan saya ayah marah, dan saya hanya bisa diam, ayah memukul saya, tetapi saya tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Bu..., setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua Bu...

Tapi Bu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah Ibu muncul dalam mimpi saya sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat?. Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu.


Tapi Bu…, mengapa engkau tak pernah muncul?.



Setelah membaca surat itu, saya menangis tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....



Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.

Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.



Salam Bahagia Untuk Anda




Read More...

Dia Telah Pergi Untuk Selamanya

Zhuang memegang erat tangan mendiang istrinya

Di China ada kisah yang sangat mengharukan, mungkin bisa dibilang cinta sejati. Zhuang Huagui (26 tahun) berencana menikah pada tanggal 4 Februari 2010, tapi tanggal 28 Januari 2010, calon istrinya Hu Zhao’e meninggal karena ditusuk oleh perampok di rumahnya. Akhirnya pria ini memutuskan untuk tetap mengadakan upacara pernikahan, lalu dilanjutkan dengan upacar penguburan Hu Zhao’e, istrinya.




Mobil-mobil yang berbaris menghadiri upacara pernikahan sekaligus pemakaman Hu Zhao'e





Zhuang membersihkan peti mati kristal tempat istrinya terbaring. Ia tak pernah menyangka calon istrinya harus pergi meninggalkannya secepat ini




Zhuang memegang foto istrinya sambil menyambut orang-orang yang menghadiri upacara itu. Ia mengundang seluruh keluarga dari kedua belah pihak





Pengantin baru terbujur kaku didalam peti mati, ia mengenakan gaun pengantin yang sudah dipersiapkan sejak lama




Zhuang sedang mengganti baju pengantinnya dengan baju untuk pemakaman istrinya




Setelah upacara pernikahan selesai, ia segera menyiapkan upacara pemakaman istrinya




Foto keadaan pernikahan yang sangat mengharukan




Coba bayangkan orang-orang yang kita sayangi. Orang tua kita, pasangan kita, suami/istri kita, anak-anak kita, sahabat kita, mereka bisa dipanggil Tuhan kapan saja tanpa kita duga.

Jadi selagi masih ada kesempatan, nyatakanlah kasih sayangmu kepada mereka. Katakan betapa kau sangat mengasihi mereka, betapa kau sangat menyayangi mereka, betapa kau sangat mencintai mereka dan katakan mereka sangat berharga buat hidupmu.

Lakukan yang terbaik untuk mereka selama mereka masih hidup. Karena kalau kita berdiri di pemakaman mereka, semuanya sudah terlambat. Tangisan penyesalan tidak akan pernah bisa mengembalikan mereka lagi, tidak akan pernah...



Salam Bahagia




Read More...

Aku Menunggu-mu

Kenapa aku harus merasakan seperti ini, aku hanya inginkan dirinya dekat dengan aku. Banyak yang aku rasakan, banyak yang aku harapkan, tapi apa yang bisa aku perbuat?, hanya duduk merenung dan berharap kapan hari itu akan datang padaku.

Ingin melepaskan rindu, ingin mengucapkan sayang dan cinta, semua hanya tiupan angin yang tanpa rasa sampai padanya.

Banyak yang ingin ku ucapkan dan ku bisikan padanya, banyak yang ingin ku lakukan untuknya dan banyak rasa ini yang harus ia rasakan juga. Apa yang bisa ku perbuat lagi untuknya?, semua sudah ku coba berikan yang terbaik untuknya meski selalu ada pembatas antara aku dan dirinya.

Aku tahu dan aku sangat tahu, engkau akan merasakan sakit dan pedihnya saat – saat dimana aku dan dirimu saling membutuhkan.

Tapi apa?, apa yang bisa kita sama – sama lakukan?, apa hanya menunggu dan menunggu sampai bulan ada dua?. Aku yakin, dan engaku pun yakin kalau suatu saat pembatas itu tidak akan pernah ada lagi antara kita. Tapi kapan!!!?.

Capek, bener – bener capek kalau mikirin ini…

Ingin sekali selalu bisa ada setiap saat, saat kau butuh aku, saat kau inginkan aku. Tapi aku hanya bisa menemanimu dan melewatkan harimu dengan satu pasang tangan, satu pasang telinga dan dengan mulutku ini…, lebihnya?, aku tak mampu berbuat banyak, hanya bisa berharap suatu saat aku pasti bisa menemani hari – hari mu dengan sejuta bahagia yang kupendam selama ini dan akan kuberikan hanya untukmu.



Hanya untukmu aku menjaga hatiku ini
Pikiranku pun tak pernah tercemar oleh suatu yang lain
Semua ku jaga hanya untukmu, dan bukan untuk siapa – siapa lagi
Ku lakukan ini bukan karna terpaksa, dan bukan karna komitmen, tapi karna aku sayang dan mencintaimu apa adanya.



Jujur yang kukatakan, jujur yang kulakukan dan jujur yang kurasakan.



Tuhan…, mungkin dia masih meragukan aku, tapi aku yakin dan percaya Engkau melihat dan tahu bagaimana isi hatiku ini padanya.


Kuingin dia ada sekarang, ada untuk temani hari – hariku



--- Love You Hardfesga ---


Read More...

Life Traffic Feed

Iklan

Join Vinefire!

Iklan



Photobucket